Net Protozo – Banyak orang memiliki kekhawatiran tentang efek samping obat hipertensi terhadap kesehatan ginjal. Sebagian besar menganggap bahwa konsumsi obat tekanan darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak ginjal. Namun, anggapan ini keliru. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi, dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, obat hipertensi tidak menyebabkan kerusakan ginjal. Sebaliknya, hipertensi yang tidak terkontrol justru menjadi penyebab utama gangguan ginjal.
Hipertensi yang tidak diobati dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Kondisi ini akan mengganggu fungsi penyaringan darah dan meningkatkan risiko gagal ginjal. Obat hipertensi memiliki peran penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil sehingga dapat melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut. Oleh karena itu, konsumsi obat sesuai anjuran dokter menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan ginjal.
Meskipun beberapa obat tekanan darah tinggi memiliki efek samping tertentu, risiko ini dapat diminimalkan dengan pemantauan yang baik. Dr. Tunggul menegaskan bahwa mitos tentang obat hipertensi yang merusak ginjal perlu diluruskan. Justru, gagal ginjal dapat terjadi karena obat tidak dikonsumsi dengan benar atau dosisnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Oleh sebab itu, pasien harus disiplin dalam mengikuti anjuran dokter.
Baca Juga : Enzy Storia: Potret Perjalanan Ibadah dan Kenangan Ramadan
Setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Oleh karena itu, konsultasi rutin dengan dokter sangat diperlukan. Dokter tidak hanya memberikan resep obat, tetapi juga menyesuaikan dosis berdasarkan kondisi pasien. Jika terdapat efek samping, dokter dapat memberikan solusi terbaik agar pengobatan tetap aman dan efektif. Menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa rekomendasi medis dapat memperburuk kondisi ginjal dan meningkatkan risiko komplikasi.
Selain mengonsumsi obat secara teratur, menerapkan gaya hidup sehat juga penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi asupan garam, berolahraga secara rutin, mengelola stres dengan baik, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Kombinasi antara pengobatan yang tepat dan pola hidup sehat dapat membantu menjaga fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Bagi penderita gangguan ginjal yang ingin menjalankan ibadah puasa, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. Dr. Tunggul menyarankan untuk melakukan uji coba puasa sebelum Ramadan guna mengetahui bagaimana tubuh beradaptasi. Selain itu, penderita ginjal juga harus memperhatikan asupan makanan dan menghindari makanan yang tinggi kalium serta fosfor. Penyesuaian jadwal konsumsi obat juga diperlukan agar pengobatan tetap efektif selama berpuasa. Jika mengalami efek samping atau perubahan kondisi, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Mitos mengenai obat hipertensi yang merusak ginjal harus ditepis. Faktanya, obat ini justru membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Konsumsi obat sesuai anjuran dokter dan penerapan gaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang. Jangan ragu untuk berkonsultasi secara rutin dengan tenaga medis agar pengobatan tetap aman dan memberikan manfaat yang optimal.
Simak Juga : Batu Ginjal: Kenali Akibat yang Disebabkan Oleh Asam Urat