Net Protozo – Makan malam merupakan salah satu waktu makan yang penting untuk menjaga keseimbangan energi dan kesehatan tubuh. Namun, banyak orang yang sering melewatkan makan malam karena berbagai alasan, seperti kesibukan, keinginan menurunkan berat badan, atau pola makan yang tidak teratur. Sayangnya, kebiasaan ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut adalah beberapa dampak buruk dari melewatkan makan malam yang perlu Anda ketahui.
Metabolisme tubuh berperan dalam mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai aktivitas. Melewatkan makan malam dapat mengganggu ritme metabolisme, menyebabkan tubuh tidak memiliki cukup energi untuk berfungsi secara optimal. Jika metabolisme melambat, tubuh akan mulai menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan energi, yang justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan dalam jangka panjang.
Selain itu, kurangnya asupan makanan pada malam hari dapat menyebabkan kadar gula darah menurun secara drastis. Akibatnya, seseorang dapat merasa lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi keesokan harinya. Kondisi ini dapat berdampak pada produktivitas dan aktivitas harian, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal kerja atau studi yang padat.
Salah satu efek yang sering diabaikan dari melewatkan makan malam adalah gangguan pada kualitas tidur. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, hormon stres seperti kortisol dapat meningkat, membuat seseorang lebih sulit untuk tidur nyenyak. Tidur dalam keadaan lapar juga dapat menyebabkan terbangun di tengah malam akibat rasa tidak nyaman di perut, yang pada akhirnya mengganggu pola tidur dan menyebabkan kelelahan keesokan harinya.
Ketidakseimbangan kadar gula darah akibat tidak makan malam dapat menyebabkan perasaan mudah marah, cemas, dan stres. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berkontribusi pada gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan yang lebih parah.
“Baca Juga: Sirosis Hati: Gangguan Fungsi Hati Akibat Jaringan Parut”
Melewatkan makan malam dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung, yang dalam beberapa kasus bisa memicu masalah kesehatan seperti maag atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Tanpa makanan untuk dicerna, asam lambung yang berlebihan bisa menyebabkan peradangan pada dinding lambung, yang menimbulkan rasa perih dan nyeri di area perut. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius.
Kurangnya asupan serat dari makanan malam dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan sembelit. Pencernaan yang tidak lancar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, perut kembung, serta gangguan lain yang menghambat aktivitas harian. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang teratur, termasuk makan malam, sangat penting untuk kesehatan sistem pencernaan.
Hormon dalam tubuh sangat bergantung pada pola makan yang teratur. Melewatkan makan malam dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, terutama hormon yang berperan dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme. Hormon leptin, yang bertanggung jawab untuk memberikan sinyal kenyang, serta hormon ghrelin, yang meningkatkan rasa lapar, bisa terganggu jika seseorang tidak makan dengan pola yang teratur. Akibatnya, tubuh bisa mengalami pola makan yang tidak sehat, seperti makan berlebihan di waktu lain.
Selain ketidakseimbangan hormon, kebiasaan melewatkan makan malam juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik, seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi. Pola makan yang tidak stabil dapat mengganggu regulasi insulin, yang bertanggung jawab dalam mengontrol kadar gula darah. Jika kebiasaan ini terus dilakukan dalam jangka panjang, maka dapat meningkatkan dampak buruk risiko obesitas dan penyakit jantung juga dapat meningkat.
“Simak Juga: Jantung Berdebar Saat Istirahat? Kenali Gejala dan Bahaya Aritmia”