Net Protozo – Bulan Ramadhan sering dikaitkan dengan konsumsi kurma saat berbuka puasa. Manfaat kurma tidak hanya memiliki rasa manis yang alami, tetapi juga direkomendasikan oleh para dokter sebagai pilihan yang baik untuk mengawali buka puasa. Salah satu dokter spesialis gizi klinik dari Eka Hospital Pekanbaru, Erwin Christianto, menyarankan untuk berbuka dengan kurma dan air putih. Menurutnya, penting untuk menghindari makanan berat saat pertama kali berbuka.
Setelah seharian berpuasa, lambung membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum menerima makanan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memulai dengan mengonsumsi satu hingga dua gelas air putih. Setelah itu, makanan ringan yang mudah dicerna seperti kurma bisa menjadi pilihan yang tepat. Kurma mampu mengembalikan kadar gula darah secara bertahap, sehingga tubuh tidak mengalami lonjakan glukosa secara tiba-tiba.
Senada dengan Erwin, dokter spesialis gizi klinik dari RS EMC Tangerang, Kristina Joy Herlambang, juga menyarankan konsumsi kurma saat berbuka. Ia menjelaskan bahwa kurma memiliki indeks glikemik yang baik. Artinya, meskipun dapat meningkatkan kadar gula dalam darah, prosesnya terjadi secara bertahap dan tidak menyebabkan lonjakan signifikan. Hal ini membuat kurma menjadi pilihan yang aman untuk berbuka puasa.
Selain membantu mengatur kadar gula darah, kurma juga mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh. Kristina menyebutkan bahwa dalam kurma terdapat selenium, zinc, serta serat yang bermanfaat untuk kesehatan. Dengan kandungan tersebut, kurma tidak hanya memberikan energi, tetapi juga mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Baca Juga : Dehidrasi Saat Puasa: Tips Cegah Tubuh Tetap Segar
Dalam kesempatan lain, dokter Zaidul Akbar membagikan kiat mengonsumsi kurma agar tidak menimbulkan lonjakan gula darah. Ia menyarankan agar masyarakat tetap menikmati kurma dengan tenang dan tanpa rasa khawatir. Menurutnya, konsumsi makanan yang disertai ketenangan dan kebahagiaan akan lebih bermanfaat bagi tubuh.
Zaidul juga memberikan pedoman konsumsi kurma yang lebih aman bagi kadar gula darah. Ia menjelaskan bahwa mengonsumsi lima butir kurma per hari, disertai aktivitas fisik yang cukup, tidak akan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Untuk meningkatkan manfaatnya, ia menyarankan kombinasi kurma dengan butter atau mentega dari lemak hewan. Cara mengonsumsinya bisa dengan mencelupkan kurma ke dalam butter atau mengisi bagian tengah kurma dengan butter sebelum dimakan.
Kombinasi kurma dengan butter dinilai dapat membantu mencegah lonjakan gula darah setelah berbuka. Zaidul menambahkan bahwa jika jumlah kurma yang dikonsumsi dikurangi, misalnya hanya tiga butir, tetapi dikombinasikan dengan butter, tubuh akan tetap mendapatkan energi yang cukup. Selain itu, gula darah tetap stabil tanpa mengalami kenaikan yang berlebihan.
Selain butter, Zaidul juga menyarankan untuk mencoba mencocol kurma dengan sedikit garam. Menurutnya, garam dapat membantu meningkatkan manfaat kurma dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama puasa.
Lebih lanjut, Zaidul mengingatkan agar tidak mengonsumsi kurma secara berlebihan. Meskipun menyehatkan, konsumsi dalam jumlah yang berlebihan tetap berpotensi menimbulkan dampak kurang baik bagi tubuh. Prinsip utama dalam mengonsumsi kurma adalah melakukannya dengan tenang, secukupnya, serta tanpa rasa takut. Dengan cara tersebut, manfaat kurma dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, kurma memang menjadi pilihan terbaik untuk berbuka puasa. Selain memberikan energi yang cepat terserap oleh tubuh, kurma juga mengandung nutrisi penting yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. Dengan cara konsumsi yang tepat, buah ini dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi tubuh.
Simak Juga : Gaya Hijab Tantri Kotak: Dari Kasual hingga Rock and Roll