Net Protozo – Diabetes dan hipertensi kini menjadi pendorong utama lonjakan beban penyakit tidak menular di banyak negara, termasuk Indonesia, dengan dampak luas pada kesehatan masyarakat dan produktivitas ekonomi.
Data berbagai survei kesehatan menunjukkan peningkatan tajam kasus diabetes dan hipertensi dalam satu dekade terakhir. Keduanya memicu kenaikan signifikan beban penyakit tidak menular karena berlangsung kronis, sering tanpa gejala jelas, dan berujung pada komplikasi berat seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung.
Akibatnya, sistem kesehatan menghadapi tekanan berlapis. Fasilitas layanan primer kewalahan mengelola pasien rutin, sementara rumah sakit menanggung beban kasus komplikasi berat yang membutuhkan perawatan intensif dan berbiaya tinggi. Di sisi lain, beban penyakit tidak menular juga mengurangi kualitas hidup dan kemampuan kerja jutaan orang usia produktif.
Meski kampanye kesehatan publik semakin gencar, perubahan gaya hidup masyarakat belum cukup kuat menahan tren ini. Pola makan tinggi gula dan garam, aktivitas fisik rendah, serta kebiasaan merokok masih menjadi faktor risiko utama yang sulit dikendalikan.
Diabetes dan hipertensi sangat terkait dengan pola hidup harian. Konsumsi makanan olahan tinggi kalori, minuman berpemanis, serta asupan garam berlebih meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah. Sementara itu, kurang aktivitas fisik membuat metabolisme melambat dan berat badan meningkat.
Selain faktor gaya hidup, usia yang semakin tua, riwayat keluarga, dan faktor genetik juga berperan. Namun, faktor-faktor tersebut sering kali baru berdampak besar ketika bertemu dengan pola hidup tidak sehat. Karena itu, pencegahan tetap menitikberatkan pada perubahan perilaku.
Di tingkat populasi, urbanisasi cepat dan perubahan pola kerja turut memperburuk situasi. Waktu banyak habis di depan layar, akses makanan cepat saji makin mudah, dan ruang untuk bergerak kian terbatas. Semua ini memperkuat tren beban penyakit tidak menular yang terus naik.
Di luar aspek klinis, diabetes dan hipertensi membawa konsekuensi ekonomi serius. Biaya pengobatan jangka panjang, pemeriksaan rutin, dan terapi komplikasi menyedot anggaran rumah tangga maupun negara. Program jaminan kesehatan publik ikut menanggung lonjakan klaim untuk penyakit kronis ini.
Selain itu, banyak pasien mengalami penurunan produktivitas akibat kelelahan, gangguan penglihatan, atau kerusakan organ. Hari kerja yang hilang, pensiun dini, dan menurunnya kinerja tenaga kerja memperlebar dampak beban penyakit tidak menular terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Dari sisi sosial, keluarga kerap memikul beban perawatan anggota yang mengalami komplikasi berat. Waktu, tenaga, dan biaya pendampingan pasien membatasi kesempatan mereka untuk bekerja atau belajar. Meski begitu, banyak kasus sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan lebih baik bila terdeteksi dini dan dikelola secara tepat.
Baca Juga: Fakta kunci tentang penyakit tidak menular dari WHO
Upaya menekan dampak diabetes dan hipertensi perlu mengutamakan pencegahan. Pemeriksaan rutin tekanan darah dan gula darah, terutama bagi usia di atas 30 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga, menjadi langkah awal penting. Deteksi dini membantu mengurangi beban penyakit tidak menular dengan mencegah komplikasi berat.
Perubahan pola makan menjadi kunci. Mengurangi gula, garam, dan lemak jenuh, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah membantu menstabilkan tekanan darah dan kadar gula. Sementara itu, aktivitas fisik teratur minimal 150 menit per minggu terbukti menurunkan risiko kedua penyakit ini.
Edukasi kesehatan yang konsisten dari tenaga medis, media, dan komunitas juga sangat diperlukan. Pesan yang sederhana, berulang, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari sering lebih efektif mendorong perubahan perilaku dibanding kampanye singkat berskala besar.
Untuk mengendalikan diabetes dan hipertensi, layanan kesehatan primer perlu diperkuat. Ketersediaan obat yang stabil, tenaga kesehatan terlatih, serta sistem pencatatan pasien yang baik membantu pemantauan jangka panjang. Dengan demikian, beban penyakit tidak menular dapat lebih terukur dan ditangani secara sistematis.
Di tingkat komunitas, program senam bersama, kebun pangan sehat, dan kelompok dukungan pasien bisa menjadi motor penggerak perubahan. Kegiatan berbasis lingkungan tempat tinggal sering lebih mudah diikuti karena dekat dan terasa akrab. Pendekatan ini juga menumbuhkan rasa saling menjaga antarwarga.
Pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil perlu berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung hidup sehat. Kebijakan pembatasan promosi makanan tinggi gula, pencantuman informasi gizi yang jelas, serta ruang terbuka publik untuk berolahraga merupakan contoh langkah konkret yang dapat mengurangi beban penyakit tidak menular secara bertahap.
Melihat kecepatan peningkatan kasus, berbagai negara mulai menempatkan diabetes dan hipertensi sebagai prioritas utama kebijakan kesehatan. Pendekatan yang menggabungkan pencegahan, deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, dan penguatan data epidemiologi menjadi fondasi penting pengendalian beban penyakit tidak menular.
Insentif bagi fasilitas kesehatan yang aktif melakukan skrining, dukungan bagi tempat kerja yang mendorong gaya hidup sehat, serta kebijakan fiskal untuk mengendalikan konsumsi produk berisiko tinggi menjadi beberapa opsi yang terus dikembangkan. Dengan langkah terarah, beban penyakit tidak menular dapat ditekan meski tidak bisa dihapus sepenuhnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian diabetes dan hipertensi bergantung pada perubahan perilaku individu dan dukungan sistemik yang konsisten. Kesadaran bahwa beban penyakit tidak menular mengancam kualitas hidup jangka panjang perlu tertanam kuat di masyarakat. Dengan kombinasi edukasi, kebijakan, dan layanan yang memadai, peluang membalik tren lonjakan kasus tetap terbuka.
Dalam konteks ini, setiap orang memegang peran penting: dari memilih makanan lebih sehat, rutin bergerak, hingga memeriksakan diri secara berkala. Langkah kecil yang diambil hari ini dapat mengurangi beban penyakit tidak menular di masa depan dan membantu membangun masyarakat yang lebih sehat serta produktif.