Net Protozo – Lebaran Sehat dapat diwujudkan dengan menjaga pola makan yang seimbang dan menghindari konsumsi makanan berlebihan. Hari Raya Idul Fitri sering kali diwarnai dengan hidangan khas yang mengandung santan, tinggi lemak, dan minim serat. Konsumsi makanan seperti ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi, diare, serta peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Untuk menghindari risiko tersebut, dokter spesialis penyakit dalam, Faisal Parlindungan, memberikan beberapa saran yang bisa diterapkan selama perayaan Lebaran.
Makanan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan sayur labu siam biasanya dimasak dengan santan yang kaya akan lemak jenuh. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memicu hipertensi. Selain itu, makanan yang rendah serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan bersantan dalam porsi kecil atau menggantinya dengan makanan berkuah bening yang lebih sehat.
Agar tubuh tetap sehat selama Lebaran, penting untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah. Serat yang terkandung dalam sayuran dan buah membantu mengurangi kadar kolesterol serta melancarkan pencernaan. Dengan demikian, tubuh akan lebih seimbang dan tidak mudah mengalami gangguan kesehatan akibat makanan berlemak yang dikonsumsi selama Lebaran.
Produk fermentasi seperti yoghurt memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Yoghurt mengandung bakteri baik yang dapat meningkatkan keseimbangan mikroflora usus. Dengan demikian, konsumsi yoghurt dapat membantu melancarkan pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, serta mencegah tekanan darah tinggi dan penumpukan lemak di pembuluh darah. Mengonsumsi yoghurt sebagai bagian dari pola makan sehat saat Lebaran dapat menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Makanan yang tinggi kandungan garam dan micin sering kali terasa lebih lezat, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Oleh karena itu, membatasi asupan garam dan micin menjadi langkah penting untuk mencegah lonjakan tekanan darah yang drastis. Memilih bumbu alami sebagai alternatif dapat membantu menjaga cita rasa makanan tetap lezat tanpa mengorbankan kesehatan.
Makanan pedas serta minuman yang terlalu asam dapat memicu iritasi pada lambung dan sistem pencernaan. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan seperti diare dan perut kembung. Oleh karena itu, sebaiknya membatasi makanan pedas dan minuman asam agar sistem pencernaan tetap sehat selama Lebaran.
Hidangan Lebaran sering kali disiapkan dalam jumlah besar dan disimpan untuk dikonsumsi dalam beberapa hari. Namun, memanaskan makanan bersantan berulang kali dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh serta mengurangi nilai gizi makanan. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari kebiasaan ini agar makanan tetap sehat dan bergizi.
Selain menjaga pola makan, memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan juga sangat penting selama Lebaran. Konsumsi air yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi serta menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Minum air putih secara teratur juga membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat pola makan yang berubah selama Lebaran.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, perayaan Lebaran dapat tetap berlangsung dengan menyenangkan tanpa mengorbankan kesehatan. Menjaga pola makan yang seimbang serta menghindari konsumsi berlebihan dapat membantu tubuh tetap bugar dan terhindar dari risiko hipertensi, diare, serta peningkatan kadar kolesterol.
Simak Juga : Citra Kirana: Inspirasi Hijab Elegan yang Penuh Pesona