Global Health

Kasus Kekerasan Seksual Dokter PPDS Unpad

Net Protozo – Kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus berkembang. Pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap bahwa jumlah korban dari pelaku berinisial PAP kini bertambah.

Kasus Kekerasan Seksual di RSHS Kembali Muncul ke Permukaan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai dua korban tambahan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi melalui tayangan YouTube Liputan6 pada Kamis, 10 April 2025.

Menurut Surawan, kedua korban baru tersebut diketahui adalah pasien rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa peristiwa yang menimpa keduanya terjadi dalam waktu dan situasi yang berbeda. Namun, pelaku dalam kasus tersebut tetap merupakan orang yang sama.

Sebelumnya, satu korban pertama diketahui bukan pasien, melainkan keluarga pasien yang sedang mendampingi anggota keluarganya yang dalam kondisi kritis di rumah sakit. Korban tersebut kini sedang menjalani terapi psikologis dan trauma healing akibat kejadian yang dialaminya.

Terkait proses hukum, Surawan mengonfirmasi bahwa pelaku telah resmi ditahan. Dokter residen dari program PPDS Anestesiologi Unpad itu kini berada dalam tahanan Polda Jawa Barat. Penahanan dilakukan guna mempercepat proses penyelidikan dan melengkapi alat bukti yang diperlukan dalam kasus ini.

Pelaku Sudah Ditahan untuk Proses Hukum Lebih Lanjut

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa mereka masih terus mengumpulkan bukti, termasuk melakukan tes DNA serta menambahkan keterangan dari para saksi. Sampai saat ini, sebanyak 13 orang saksi telah diperiksa. Sebagian besar saksi berasal dari pihak rumah sakit dan keluarga korban.

Baca Juga : Kanker Payudara: Faktor Risiko dan Penanganannya

Selain itu, polisi membuka ruang bagi masyarakat yang merasa menjadi korban pelaku. Polda Jawa Barat telah menyediakan posko pengaduan yang bisa diakses baik melalui rumah sakit maupun langsung ke kantor polisi.

Surawan menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap laporan tambahan dari masyarakat. Bahkan, jika seseorang pernah dihubungi oleh pelaku meskipun peristiwa tidak sampai terjadi, laporan tersebut tetap akan diterima. Polda Jawa Barat juga menyatakan terus bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk mendukung penanganan kasus ini secara menyeluruh.

Kasus ini bermula pada 18 Maret 2025, ketika korban pertama mengalami tindakan pelecehan seksual saat berada di ruang rumah sakit pada dini hari. Saat itu, korban diminta berganti pakaian menjadi baju operasi oleh pelaku. Setelah itu, korban menerima 15 kali suntikan cairan bius melalui infus yang dimasukkan oleh pelaku secara paksa.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Korban baru tersadar sekitar pukul 04.00 WIB dan segera menyadari adanya rasa nyeri pada beberapa bagian tubuhnya. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Kronologi Kejadian: Korban Disuntik Bius Sebanyak 15 Kali

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan beberapa barang bukti penting di lokasi kejadian. Di antaranya adalah sisa cairan sperma serta alat kontrasepsi. Semua barang bukti tersebut telah diamankan dan sedang menjalani proses uji laboratorium untuk kepentingan tes DNA.

Kasus ini memicu perhatian besar publik dan instansi terkait, termasuk Kementerian Kesehatan. Wakil Menteri Kesehatan juga telah meminta Konsil Kedokteran Indonesia untuk mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) dari pelaku sebagai bentuk sanksi administratif. Langkah ini diambil guna mencegah pelaku kembali melakukan praktik kedokteran di masa mendatang.

Dengan bertambahnya jumlah korban, kasus ini menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasien dan keluarga pasien di lingkungan rumah sakit. Pihak kepolisian dan rumah sakit pun diharapkan mampu memberikan penanganan yang adil serta mendukung pemulihan para korban secara menyeluruh.

Penanganan kasus ini akan terus dikembangkan dengan harapan dapat mengungkap seluruh tindakan pelaku serta mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.

Simak Juga : Hijab Pashmina: 5 Model Simpel dan Cantik di Tahun 2025

Recent Posts

Program Imunisasi Dunia Tangani Anak di Wilayah Konflik dengan Inisiatif Kesehatan Global

Net Protozo - Program imunisasi dunia anak kini menjadi fokus utama dalam inisiatif kesehatan global yang bertujuan melindungi anak-anak di…

1 week ago

Program Imunisasi Dunia untuk Anak-anak di Wilayah Konflik Jadi Prioritas Baru

Net Protozo - Program imunisasi dunia anak kini menjadi fokus utama untuk menjangkau balita di wilayah konflik yang rentan terkena…

2 weeks ago

Terobosan Medis Terbaru: Vaksin Generasi Baru yang Mengubah Kesehatan Dunia

Net Protozo - Terobosan medis kini semakin nyata dengan hadirnya vaksin generasi baru kesehatan dunia yang menawarkan solusi efektif dalam…

3 weeks ago

Self-Care Kini Jadi Prioritas Utama di Agenda Kesehatan Dunia

Net Protozo - Self-care kini jadi prioritas di agenda kesehatan dunia sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental…

4 weeks ago

Cara Efektif PBB Atasi Ancaman Penyakit Menular Dunia

Net Protozo - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus mengintensifkan upaya dalam menangani ancaman penyakit menular dunia yang semakin kompleks dan cepat…

1 month ago

Prioritas Kesehatan Mental di Tempat Kerja: Mengatasi Tantangan Global

Net Protozo - prioritas kesehatan mental global menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan yang ada untuk mendukung lingkungan kerja yang…

1 month ago
Zona IDNGGsekumpul faktaradar puncakinfo traffic idscarlotharlot1buycelebrexonlinebebimichaville bloghaberedhaveseatwill travelinspa kyotorippin kittentheblackmore groupthornville churchgarage doors and partsglobal health wiremclub worldshahid onlinestfrancis lucknowsustainability pioneersjohnhawk insunratedleegay lordamerican partysckhaleej timesjobsmidwest garagebuildersrobert draws5bloggerassistive technology partnerschamberlains of londonclubdelisameet muscatinenetprotozovisit marktwainlakebroomcorn johnnyscolor adoactioneobdtoolgrb projectimmovestingelvallegritalight housedenvermonika pandeypersonal cloudsscreemothe berkshiremallhorror yearbooksimpplertxcovidtestpafi kabupaten riauabcd eldescansogardamediaradio senda1680rumah jualindependent reportsultana royaldiyes internationalpasmarquekudakyividn play365nyatanyata faktatechby androidwxhbfmabgxmoron cafepitch warsgang flowkduntop tensthingsplay sourceinfolestanze cafearcadiadailyresilienceapacdiesel specialistsngocstipcasal delravalfast creasiteupstart crowthecomedyelmsleepjoshshearmedia970panas mediacapital personalcherry gamespilates pilacharleston marketreportdigiturk bulgariaorlando mayor2023daiphatthanh vietnamentertain oramakent academymiangotwilight moviepipemediaa7frmuurahaisetaffordablespace flightvilanobandheathledger centralkpopstarz smashingsalonliterario libroamericasolidly statedportugal protocoloorah saddiqimusshalfordvetworkthefree lancedeskapogee mgink bloommikay lacampinosgotham medicine34lowseoulyaboogiewoogie cafelewisoftmccuskercopuertoricohead linenewscentrum digitalasiasindonewsbolanewsdapurumamiindozonejakarta kerasjurnal mistispodhubgila promoseputar otomotifoxligaidnggidnppidnggarenaoxligawbototoiaspweb designvr