Net Protozo – Asam lambung yang meningkat dapat menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman, seperti nyeri di ulu hati, mual, dan sensasi terbakar di dada. Oleh karena itu, pemilihan makanan dan minuman yang tepat saat berbuka puasa sangat penting bagi penderita penyakit ini. Setelah berpuasa selama berjam-jam, lambung dalam kondisi kosong, sehingga makanan yang dikonsumsi sebaiknya tidak memperburuk kondisi tersebut.
Beberapa jenis makanan dan minuman sebaiknya dihindari oleh penderita saat berbuka puasa. Salah satu yang harus dihindari adalah makanan dan minuman asam, seperti es jeruk, es lemon, dan buah-buahan dengan rasa asam lainnya. Sari buah sitrus juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkan iritasi pada kerongkongan, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.
Makanan berlemak tinggi juga perlu dihindari. Gorengan, kue tart, keju, dan makanan cepat saji sulit dicerna dan dapat memperburuk gejala asam lambung. Susu full cream juga tidak dianjurkan karena kandungan lemaknya yang tinggi dapat memperlambat proses pencernaan.
Makanan pedas juga dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung. Bumbu seperti cabai dan merica dalam jumlah berlebihan dapat memicu kenaikan asam lambung dan memperburuk gejala yang dialami. Selain itu, minuman bersoda juga tidak disarankan karena dapat meningkatkan tekanan dalam perut dan menyebabkan penyakit ini naik ke kerongkongan.
Beberapa jenis makanan yang sulit dicerna, seperti beras ketan, mi, dan dodol, juga sebaiknya dihindari. Makanan-makanan ini dapat memperlambat kerja sistem pencernaan dan meningkatkan risiko. Begitu pula dengan minuman berkafein, seperti kopi dan teh, yang dapat merangsang produksi asam lambung. Minuman cokelat juga termasuk dalam kategori ini karena dapat memicu rasa mual dan memperburuk kondisi lambung.
Baca Juga : Kurma Manis tapi Aman, Pilihan Cerdas untuk Buka Puasa yang Sehat
Sebagai gantinya, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang lebih aman dan baik untuk dikonsumsi oleh penderita asam lambung saat berbuka puasa. Disarankan untuk memulai berbuka dengan segelas air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Setelah itu, konsumsi makanan yang lembut dan mudah dicerna, seperti kurma, pisang, atau sup hangat, sebelum makan makanan berat.
Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks lebih dianjurkan karena dapat dicerna secara perlahan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Beberapa pilihan yang baik adalah nasi merah, oatmeal, dan kentang rebus. Selain itu, sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan mentimun dapat membantu menyeimbangkan kadar pH dalam tubuh karena bersifat alkali.
Untuk asupan protein, pilihlah sumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, serta tahu dan tempe. Yoghurt rendah lemak juga bisa menjadi alternatif karena mengandung probiotik yang baik untuk sistem pencernaan. Namun, konsumsi yoghurt sebaiknya dalam jumlah yang tidak berlebihan agar tidak menyebabkan masalah lain pada lambung.
Buah-buahan yang rendah asam juga lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Pisang, kecuali pisang ambon, dapat menjadi pilihan yang baik. Selain itu, melon dan semangka juga bisa dikonsumsi dalam jumlah yang wajar karena kandungan airnya yang tinggi dapat membantu menjaga hidrasi tubuh tanpa meningkatkan produksi asam lambung.
Biji-bijian seperti oatmeal juga baik untuk dikonsumsi karena mengandung serat yang dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan. Serat dalam makanan membantu proses pencernaan agar lebih lancar dan mencegah naiknya asam lambung. Mengonsumsi makanan yang tinggi serat dalam jumlah yang cukup juga dapat membantu menjaga kesehatan lambung secara keseluruhan.
Selain memilih makanan yang tepat, penting bagi penderita asam lambung untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga ada kemungkinan reaksi terhadap makanan tertentu juga berbeda. Dengan berkonsultasi, penderita asam lambung dapat memperoleh rekomendasi pola makan yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Menjalani puasa dengan nyaman tetap memungkinkan bagi penderita asam lambung asalkan memilih makanan dan minuman yang tepat. Dengan menghindari makanan yang dapat memicu kenaikan asam lambung serta menggantinya dengan makanan yang lebih ramah bagi lambung, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih baik. Semoga puasa berjalan dengan lancar dan tetap menjaga kesehatan lambung dengan baik.
Simak Juga : Rae Asakura: Perjalanan Spiritual hingga Menjadi Muslimah